sepekan kelana kopi
Satu pekan kemarin kami memilih jeda, jeda dari aktivitas seduh menyeduh seperti biasanya.Semenjak kami memutuskan perubahan jam operasinal, ternyata masih banyak pengunjung yang mengira kami masih beroperasinal dengan waktu yang lama.
Satu-dua orang mulai sering bertanya melalui pesan watshap maupun dm instagram. Mulai dari pertanyaan buka tidaknya kedai, buka sampai jam berapa, maupun reservasi untuk hari esok.
Satu persatu kami balas dengan sabar, dan tlaten.
Saat ini kami masih memilih tutup sedikit lebih sore dari pada biasanya dan buka lebih pagi dari sebelumnya.
Bukan perihal ada tidaknya himbawan untuk tutup lebih sore dari pihak berwajib, namun kami sedang membiasakan budaya ngopi baru dikedai kami. Yaitu, ngopi lebih pagi lagi, ngopi lebih sore lagi, ngopi lebih dini lagi dari jadwal ngopi biasanya.
Aktivitas ini mulai kami biasakan dikedai, mulai dari menerima pengunjung pertama dipagi hari sebelum kedai buka, atau disiang hari maupun sore, yang jelas aktivitas yang kami bangun adalah proses menuju pola-pola yang sudah kami rencanakan sebelumnya. Mula-mulanya kami masih sering dikunjungi tamu pada saat sudah close order maupun ketika kami beranjak pulang meninggalkan kedai. Bukan berarti kami tidak ingin menerima kunjungannya, namun kami sedang membiasakan untuk memberi sinyal bahwa kami mengakhiri aktivitas pukul 21.00 malam, tak lain juga untuk mempersiapkan kembali tenaga untuk besok paginya.
Bangun pagi dan mempersiapkan kembali tempat kami agar bisa beroperasional dengan tepat waktu.
Bagi kami ketetapan jam buka kedai sangat mempengaruhi situasi lapangan. Salah satu tujuannnya agar tidak membuat bingung para pengunjung dan memastikan agar kunjungannya berbuah manis.
Jika ditanya apakah tidak takut sepi, kan umumnya masyarakat tegal suka nongkrong/suka ngopi dimalam hari?
Kami lebih memilih, "rejeki sudah ada yang mengatur" dan kepercayaan kami dalam mengutamakan produk dan pelayanan menjadikan salah satu pondasi kami untuk terus berjalan.
Sampai saat ini Tegal masih sering diguyur hujan, pastikan sebelum berkunjung untuk menyiapkan mantol/jas hujan, semoga selalu diberi kesehatan.
0 Komentar